Dialog Kerukunan Tokoh Agama, Ketua Majelis Agama FKUB Kabupaten Tabanan dan FKUB Provinsi Bali

Dialog Kerukunan Tokoh Agama, Ketua Majelis Agama FKUB Kabupaten Tabanan dan FKUB Provinsi Bali


I. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari/Tanggal: Senin, 27 Oktober 2025
Tempat: Gereja Immanuel, Kediri, Tabanan


II. Penyelenggara dan Peserta Kegiatan

Kegiatan Dialog Kerukunan Tokoh Agama ini dilaksanakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabanan, dan diikuti oleh FKUB Provinsi Bali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, serta para tokoh dan ketua majelis keagamaan di Kabupaten Tabanan.


III. Hasil Pelaksanaan Kegiatan

  1. Acara Pembukaan

    • Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.

    • Sambutan-sambutan disampaikan oleh:

      • Ketua FKUB Kabupaten Tabanan

      • Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tabanan

      • Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan

      • Ketua FKUB Provinsi Bali

  2. Arahan Ketua FKUB Provinsi Bali
    Dalam sambutannya, Ketua FKUB Provinsi Bali menyampaikan pentingnya peningkatan dialog publik dan internal majelis agama guna memperkuat saling pengertian antarumat beragama. Ditekankan pula perlunya penguatan moderasi beragama di tengah tantangan globalisasi, khususnya bagi generasi muda.

  3. Sesi Dialog: Peran Desa Adat dalam Menjaga Kerukunan
    FKUB Provinsi Bali memaparkan pentingnya peran Desa Adat sebagai penjaga harmoni dan keseimbangan sosial di Bali dalam menghadapi potensi konflik lintas keyakinan.

  4. Paparan Tokoh Agama FKUB Provinsi Bali
    Para tokoh agama dari berbagai majelis menyampaikan pandangan mengenai konsep kerukunan berdasarkan ajaran dan keyakinan masing-masing agama, dengan menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan toleransi.

  5. Diskusi dan Masukan
    Dialog interaktif berlangsung dengan masukan dari para tokoh dan ketua majelis keagamaan terkait strategi menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Tabanan.

  6. Peningkatan Koordinasi Antarumat
    Para tokoh menyampaikan perlunya komunikasi dan kerja sama lintas agama untuk mengantisipasi potensi gesekan sosial, terutama dalam menghadapi perayaan hari besar keagamaan yang berdekatan, seperti Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Umat Muslim pada tahun mendatang.

  7. Sosialisasi bagi Penduduk Pendatang
    Disepakati pentingnya sosialisasi perarem adat Bali kepada masyarakat pendatang agar memahami nilai-nilai lokal, serta dapat beradaptasi dan hidup harmonis di tengah masyarakat Bali.