Kesbangpol Tabanan Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan di Kecamatan Baturiti
Tabanan – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tabanan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) lapangan pada Senin (9/2/2026) di wilayah Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberadaan dan aktivitas organisasi kemasyarakatan serta yayasan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta tetap berkontribusi positif bagi masyarakat.
Adapun lokasi yang menjadi objek monitoring dan evaluasi meliputi:
1. Ormas Damuh Beratan
Ormas Damuh Beratan diketahui aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kegiatan yang dilakukan mencakup bidang sosial, budaya, dan kemanusiaan serta mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.
Dari hasil monitoring, tidak ditemukan aktivitas yang bertentangan dengan ideologi Pancasila maupun peraturan perundang-undangan. Secara administratif, organisasi berjalan dengan baik, namun masih perlu peningkatan dalam pendokumentasian kegiatan.
Kesimpulan: Ormas Damuh Beratan dinilai aktif, kondusif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
2. Yayasan The Organic Farm Village
Yayasan ini bergerak di bidang pertanian organik, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Kegiatan yayasan berjalan sesuai dengan tujuan pendirian dan mendukung pelestarian lingkungan serta peningkatan ekonomi masyarakat.
Hubungan dengan masyarakat sekitar terjalin dengan baik. Legalitas yayasan pada prinsipnya telah terpenuhi, namun disarankan untuk terus melakukan pembaruan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesimpulan: Yayasan The Organic Farm Village berperan positif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan tidak ditemukan indikasi pelanggaran.
3. Gerakan Sosial Tabanan Motor Club
Komunitas ini aktif dalam kegiatan sosial, bakti masyarakat, dan aksi kemanusiaan yang dilaksanakan secara swadaya dengan partisipasi sukarela para anggotanya.
Tidak ditemukan kegiatan yang mengarah pada gangguan ketertiban umum. Namun demikian, disarankan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan apabila melaksanakan kegiatan berskala besar.
Kesimpulan: Gerakan Sosial Tabanan Motor Club berjalan positif dan berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, diharapkan seluruh organisasi kemasyarakatan dan yayasan di Kabupaten Tabanan dapat terus berperan aktif, menjaga kondusivitas wilayah, serta mendukung pembangunan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

